Malam itu...aku di ketinggian gedung...memandang jauh ke ufuk kota...gemerlap cahayanya indah...Yang kupikirkan hanya andaikan ia bisa melihat keindahan itu...
Aku serasa tertinggi di malam itu...bertemankan hembusan halus angin yang senantiasa menambah kesempurnaan pandangan yang tengah kunikmati...Namun, masih terbersit dalam hati...andaikan ia bisa merasakan kenyamanan itu...
Berat serasa tuk melangkah menuruni satu per satu anak tangga...sebab semakin ku lewati semakin surut niatku...berubah menjadi kecewa...aku tak bisa memperlihatkan padanya, apa yang kulihat malam itu...tapi, aku sadar...mungkin ia tak terbiasa menikmati kenyamanan malam di luar kamar yang tertutupi kehangatan tersendiri...atau mungkin memang ia tengah terbaring menghibur diri akan ketidaknyamanan fisik yang ia alami saat itu...tapi itu pintanya...
Berdering...telepon genggam yang selalu ku genggam berdering...seakan selalu menunggu respon darinya akan ajakanku malam itu...di layarnya ku lihat namanya yang tengah memanggil...dan tiada daya ku menunda untuk merespon panggilan yang kutunggu-tunggu itu...terbersit harapan kata bisa darinya...
Seperti memang benarlah dugaanku...ia tidaklah terbiasa untuk menikmati indah nya suasana malam dengan keluar dari kurungan tembok penahan hilir angin yang berhembusan malam itu...aneh memang, aku berharap ia bisa padahal aku juga tahu dia tak terbiasa dengan itu...
Surut dan menghillang sudah keindahan yang kuharap dapat kunikmati bersamanya...
Tapi, tak apa...ia masih berusaha tuk penuhi harapanku bertemunya...meski harus menuruni anak-anak tangga dari bangunan dimana kamarnya menyelip disana...mungkin butuh tenaga ekstra untuk nya dan aku pun mengakui itu... betapa aku merepotkan ia malam itu...
Sekitar 50 meter di depan singgasana nya aku menunggu...
Ia datang...dan itupun telah membuat hatiku berteriak girang tak karuan...kata demi kata yang menguntai beberapa kalimat sederhana keluar dari mulutku...ia pun merespon...dan tak lama aku mengucapkan untaian kata yang amat sangat ku berharap ia tau...berat tapi ingin aku meluapkan...
Hening tercipta...disaat kata-kata itu telah ku nyatakan padanya...kupandangi wajahnya yang tak jemu tuk kulihat, senada berharap kata Iya darinya...
Just be Friend, right now...sorry...itu ucapnya..
Namun, beda...ia berkata beda...ternyata ia masih menutup hati untuk siapa saja saat ini...entah itu karena cintanya yang lama...entah karena apalah alasannya...dan ia tak sanggup tuk katakan sampai kapan pintu kan tetap tertutup dan kapan pintu itu dapat terbuka....tapi, yang pasti ku genggam ucapannya
"jika kamu masih mau menunggu...tunggu aku untuk membuka hatiku"
Jujur aku memang sakit, hati ini luka...tapi aku merasa bahagia, merasa ingin tertawa...tersenyum..karena kutemukan ia yang buat ku tak punya daya tuk serius di depannya...
Rasa ini semakin nyata, semakin meraja dan buat hati ini pun berikrar "ku kan tunggu saat itu...."
No comments:
Post a Comment