Disaat engkau
membutuhkan sesuatu,
Maka
bersungguh-sungguhlah, kelak kesungguhan hatimu kan terbayarkan...
Begitulah Allah
Yang Maha Pengasih dan Pemurah...
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Assalaamualaikum,
wr, wb.
Cukup telat untuk menceritakan segelintir sifat, sikap ataupun sosok dari si empunya blog ini. Tapi, sedikit terasa tak gurih jika si empunya blog mengedepankan narsis nya untuk bercerita tentang ia sendiri...hehehe. Berbicara
mengenai deskripsi diri tidak akan lepas dari hal untuk menceritakan atau
menggambarkan bagaimana, siapa, apa, dan sebagainya tentang “AKU”. Dalam hal
ini, akan sangat membingungkan ketika seseorang diharuskan untuk memberikan
penilaian atau gambaran bagi dirinya sendiri. Akan tetapi, permasalahan yang
timbul adalah ketika hal yang ingin dideskripsikan tersebut merupakan hal yang
masih ingin dicari seluk-beluk dan dimana letaknya. Tanpa memikirkan
permasalahan tersebut saya berupaya untuk mendeskripsikan diri saya,
insyaAllah...(saya mendeskripsikan diri saya dengan subjek “Dia”)
Bernama lengkap Ahmad
Fauzi, dan ia terbiasa dipanggil Fauzi namun di masa TPB IPB ini mendapat
panggilan baru dengan sebutan “Uda”, yang dikarenakan teman-temannya disini mengetahui
dia berasal dari Solok, Sumatera Barat. Lelaki yang telah memperkenalkan
namanya ini dilahirkan di Medan, 13 Februari 1991, sehingga tahun 2011 ini
genap berumur 20 tahun usianya (gak terasa udah tua euy....^_^). Bercerita tentang asal, pengakuan sebagai orang
Minang hanya dikarenakan dia jauh lebih lama berada di ranah (tanah) Minang
tersebut. Padahal jika ditanyakan jauh lebih dalam tentang hal ini, dia akan
kebingungan untuk menjawab dari daerah mana dia berasal. Minang hanya karena
lama tinggal di daerah tersebut, sedangkan keluarga orang tuanya berasal dari
Medan (Ibu) dan Malang (Ayah). Dia merupakan anak ke-5 dari tujuh bersaudara
dan alhamdulillah diberi hidayah untuk tetap teguh memeluk erat Islam.
Memasuki
pendeskripsian mengenai fisik, dia (Ahmad Fauzi) hanya memiliki tinggi tubuh
sekitar 167 cm, dan berat kurang lebih 500 N. Dia termasuk orang yang berkulit
sawo matang, tergolong kurus, beralis lumayan tebal, berambut ikal, dan
memiliki organ tubuh yang alhamdulillah masih lengkap.
Jika melihat sisi
sifat dan sikap untuk dideskripsikan, mungkin dapat menyimpulkan dari penilaian
orang lain terlebih dahulu, yaitu: bersifat ‘cuek’, berwibawa (gak juga sih, kebanyakan caur nya malah...), terlihat
temperamental, optimistis, konsentrasi yang cukup tinggi dan terkadang memiliki
kadar emosi yang berlebih. Namun, dilihat dinilai dari dalam dirinya sendiri,
dia berpendapat bahwa dia bersifat optimistis, ambisius, pemalas, berintonasi
keras dalam berbicara (kalo udh emosi), romantis (ciiieee...), dan sebagainya (dapat dinilai ketika Anda telah
mengenal Ahmad Fauzi tersebut).
Dari perjalanan
menuju Bogor (IPB), dia (Ahmad Fauzi) hanya berada di Medan sampai usia 4,5
tahun, lalu hijrah bersama keluarga menuju Kota Bukittinggi (Sumatera Barat) tahun
1997, bersekolah disana di SDN 05 Bukittinggi (sampai kelas 1 SD), setahun
kemudian pindah menuju Kota Solok, sekitar 75 Km jaraknya, melanjutkan pendidikannya sampai tamat SD (SDN 03
Kp. Jawa Solok) tahun 2003, lalu lanjut sekolah menengah pertama (SMPN 1 Kota
Solok) tamat tahun 2006, dan juga hingga tamat pendidikan menengah atas di SMA Negeri 2
Gunung Talang Kab. Solok tahun 2010. Banyak peristiwa yang tidak mungkin
diceritakan pada lembaran ini, termasuk menjelang meneruskan pendidikan di SMAN 2 Gunung Talang (karna bikin tulisan ini terlalu panjang). Mungkin yang terbaru (di masa
SMA) Ahmad Fauzi adalah seorang Ketua OSIS SMAN 2 Gunung Talang periode
2008/2009, pernah mencicipi peringkat pertama OSN Fisika SMA tingkat Kabupaten
Solok, juara I debat antar SMA/MA se-Kabupaten Solok, dan sebagainya.
Menuju Institut
Pertanian Bogor (IPB), adalah pengalaman yang panjang pula yang pernah
dilaluinya, diterima melalui jalur SNMPTN 2010 dengan Prodi Ilmu Ekonomi
Syariah, dia adalah salah satu dari jutaan anak Indonesia yang bercita-cita
melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi setelah tamat SMA namun terhalangi
dinding besar yang sering disebut orang-orang “Uang” (untuk cerita selanjutnya, bisa dilirik ke tulisan yang jg ada di blog ini "http://ahmadfauzi1302.blogspot.com/2010/10/perjuanganku-menuju-ipb-sebuah-motivasi.html). Akhirnya dia berada di IPB dengan bantuan orang-orang
mulia yang dikirimkan oleh Allah SWT, dan juga beasiswa dari Departemen
pendidikan daerah Sumbar.
Cukup panjang
deskripsi diri atau bisa disebut narasi mengenai diri pribadi yang saya buat
tentang seorang Ahmad Fauzi, takut nanti malah tidak terbaca.
Pada kenyataannya, saya bersungguh-sungguh dalam melakukan hal yang ingin saya tekuni. Terima kasih telah membaca tulisan ini, terlebih dan kekurangannya saya minta maaf...
Pada kenyataannya, saya bersungguh-sungguh dalam melakukan hal yang ingin saya tekuni. Terima kasih telah membaca tulisan ini, terlebih dan kekurangannya saya minta maaf...
Wassalamualaikum, wr,
wb.
No comments:
Post a Comment