Wednesday, 8 February 2012

Kultwit: 3 Mazhab tentang Kenapa Sih Ekonomi Islam?


# Sejauh ini kita tahu perbedaan diametral antara paradigma yang mendasari ekonomi konvensional dengan paradigma ekonomi islami.

# Ekonomi Konvensional dan Islam tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin dikompromikan karena dunianya (weltanschauung) yang berbeda.
# Ekonomi konvensional melihat ilmu adalah sekuler, bebas nilai serta tidak memasukkan Tuhan dan akhirat dalam bangun pemikirannya.
# Ekonomi islami justru dibangun atas, atau paling tidak diwarnai oleh, prinsip relijius (berorientasi kehidupan dunia dan akhirat.
# Dalam tataran paradigma, ekonom-ekonom muslim tidak menghadapi masalah perbedaan pendapat yang berarti.
# Namun ketika mereka diminta untuk menjelaskan apa dan bagaimanakah konsep ekonomi islam itu, mulai muncullah perbedaan pendapat.
# Saat ini, pemikiran ekonom muslim kontemporer ada tiga mazhab: Mazhab Baqir as-Sadr; Mazhabmainstream; dan Mazhab Alternatif-kritis

1.      Mazhab Baqir as-Sadr

# Mazhab Baqir as-Sadr dipelopori oleh Baqir as-Sadr dengan bukunya yang fenomenal: Iqtishaduna(ekonomi kita).
# Menurut mazhab Baqir as-Sadr: ilmu ekonomi (economics) tidak pernah bisa sejalan dengan Islam.  Ekonomi tetap ekonomi, Islam tetap Islam.
# Baqir as-Sadr: Islam dan Ekonomi tidak akan pernah dapat disatukan, karena keduanya berasal dari filosofi yang saling kontradiktif.
# Menurut Baqir as-Sadr, perbedaan filosofi ini berdampak pada perbedaan cara pandang keduanya dalam melihat masalah ekonomi.
# Menurut ilmu ekonomi, masalah ekonomi muncul karena keinginan manusia tak terbatas sementara jumlah sumber daya yang tersedia, terbatas.
# Mazhab Baqir menolak pernyataan ini, karena menurut mereka, Islam tidak mengenal adanya sumber daya yang terbatas.
# Dalil yang dipakai Mazhab Baqir adalah Al-Qur’an: “Sungguh telah Kami ciptakan segala sesuatu dalam ukuran yang setepat-tepatnya
# Mazhab Baqir: karena segala sesuatu sudah terukur sempurna, sebenarnya Allah telah memberikan sumber daya cukup bagi manusia di dunia.
# Pendapat bahwa keinginan manusia itu tidak terbatas juga ditolak. Contoh: Manusia akan berhenti minum jika dahaganya sudah terpuaskan.
# Mazhab Baqir berkesimpulan bahwa keinginan yang tidak terbatas itu tidak benar sebab pada kenyataannya keinginan manusia itu terbatas.
# Bandingkan pendapat Baqir ini dengan teori Marginal Utility, Law of Diminishing Returns, dan Hukum Gossen dalam ilmu ekonomi.
# Menurut Mazhab Baqir: masalah ekonomi muncul karena distribusi tidak merata dan adil akibat sistem ekonomi yang membolehkan eksploitasi.
# Yang kuat memiliki akses sumber daya sehingga jadi sangat kaya, yang lemah tidak memiliki akses sumber daya sehingga jadi sangat miskin.
# Menurut Baqir: masalah ekonomi muncul bukan karena sumber daya yang terbatas, tetapi karena keserakahan manusia yang tidak terbatas.
# Menurut Baqir, istilah ekonomi islami tidak sesuai, salah, menyesatkan dan kontradiktif. Baqir usulkan istilah ekonomi diganti iqtishad.
Iqtishad tak sekedar berarti ekonomi. Iqtishad berasal dari qasd yang berarti “ekuilibrium” atau “keadaan sama, seimbang atau pertengahan”
# Sejalan dengan itu, maka semua teori yang dikembangkan oleh ilmu ekonomi konvensional ditolak dan dibuang.
# Sebagai gantinya, mazhab Baqir berusaha untuk menyususn teori baru dalam ekonomi yang langsung digali dan dideduksi dari Quran Hadis.
# Tokoh mazhab Baqir selain Muhammad Baqir as-Sadr adalah Abbas Mirakhor, Baqir al-Hasani, Kadim as-Sadr, Iraj Toutounchian, Hedayati, dll.

2.      Mazhab Mainstream

# Mazhab Mainstream setuju bahwa masalah ekonomi muncul karena sumber daya terbatas yang dihadapkan pada keinginan manusia tidak terbatas.
# Memang benar misalnya, bahwa total permintaan dan penawaran beras di seluruh dunia berada pada titik ekuilibrium.
# Jika berbicara pada tempat dan waktu tertentu, maka sangat mungkin terjadi kelangkaan sumber daya. Bahkan ini yang seringkali terjadi.
# Misalnya suplai beras Ethiopia & Bangladesh lebih langka dibanding Thailand. Jadi keterbatasan sumber daya memang ada & diakui oleh Islam.
# Dalil Mazhab Mainstream: “Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan…”
# Dalil Mazhab Mainstream: “Bermegahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk liang kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
# Dalil Mazhab Mainstream juga adalah sabda Nabi Muhammad SAW bahwa manusia tidak akan pernah puas.
# Bila diberi emas 1 lembah, ia akan minta emas 2 lembah. Bila diberi 2 lembah, ia akan minta 3 lembah dan seterusnya sampai ia masuk kubur.
# Dengan demikian, pandangan mazhab Mainstream tentang masalah ekonomi hampir tidak ada bedanya dengan pandangan ekonomi konvensional.
# Kelangkaan sumber dayalah yang jadi penyebab munculnya masalah ekonomi. Perbedaannya terletak dalam cara menyelesaikan masalah tersebut.
# Dilema sumber daya yang terbatas versus keinginan yang tak terbatas memaksa manusia untuk melakukan pilihan-pilihan atas keinginannya.
# Kemudian manusia membuat skala prioritas pemenuhan keinginan, dari yang paling penting sampai yang paling tidak penting.
# Dalam ekonomi konvensional, pilihan dan penentuan skala prioritas dilakukan berdasarkan selera pribadi masing-masing.
# Manusia boleh menggunakan atau mengabaikan tuntutan agama. Dalam bahasa Alquran, pilihan dilakukan dengan “mempertuhankan hawa nafsunya”.
# Tetapi dalam ekonomi islami, keputusan pilihan ini tidak dapat dilakukan semaunya saja.  Harus sesuai dengan Alquran dan Assunnah.
# Tokoh mazhab Mainstream: M. Umer Chapra, M.A. Mannan, M. Nejatullah Siddiqi, dll.  Mayoritas bekerja di Islamic Development Bank (IDB).
# Mazhab Mainstream punya dukungan dana dan akses ke berbagai negara sehingga penyebaran pemikirannya bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.
# Mazhab Mainstream adalah para doktor di bidang ekonomi yang belajar (dan ada juga yang mengajar) di universitas-universitas barat.
# Mazhab Mainstream tidak pernah membuang sekaligus teori-teori ekonomi konvensional ke keranjang sampah.
# Umer Chapra: mengembangkan ekonomi islami bukan berarti memusnahkan semua hasil analisis berharga yang telah dicapai ekonomi konvensional.
# Mengambil hal-hal yang baik dan bermanfaat yang dihasilkan oleh bangsa dan budaya non islam sama sekali tidak diharamkan.
# Rasulullah: hikmah/ilmu bagi umat islam adalah ibarat barang yang hilang. Di mana saja ditemukan, umat muslim paling berhak mengambilnya.
# Para ulama dan ilmuwan muslim banyak meminjam ilmu dari peradaban lain seperti Yunani, India, Persia, Cina, dll.
# Yang bermanfaat diambil, yang tidak bermanfaat dibuang, sehingga terjadi transformasi ilmu dengan diterangi cahaya Islam.

3.      Mazhab Alternatif-Kritis

# Tokoh: Timur Kuran (Ketua Jur Ekonomi di University of Southern California), Jomo (Yale, Cambridge, Harvard, Malaya), Muhammad Arif, dll.
# Mazhab Baqir dikritik sebagai mazhab yang berusaha untuk menemukan sesuatu yang baru yang sebenarnya sudah ditemukan oleh orang lain.
# Mazhab Mainstream dikritik sebagai jiplakan ekonomi neoklasik dengan menghilangkan variable riba dan memasukkan variable zakat serta niat.
# Mazhab Alternatif: analisis kritis tak saja harus dilakukan terhadap sosialisme dan kapitalisme, tapi terhadap ekonomi islam itu sendiri.
# Mazhab Alternatif: Islam pasti benar, tapi ekonomi islami belum tentu benar karena hasil tafsiran manusia yang kebenarannya tak mutlak.
# Proposisi dan teori yang diajukan ekonomi islami harus selalu diuji kebenarannya sebagaimana yang dilakukan terhadap ekonomi konvensional.

1 comment:

  1. with a pleasure :) I'm a Sharia Economic in Bogor Agricultural University.. nice to know you give a comment on my blog, thanks..

    twitter : @ahm13fauzi

    ReplyDelete