Monday, 13 May 2013

“Tanah 3019 mdpl” (di Sekitar 3 Jam Sebelum Pintu Masuk)

…..

Sudah terbiasa sepertinya saya menidurkan gerak-gerik jari-jemari untuk menguntai beberapa kata yang bisa saja berasal 26 alphabet (A sampai Z), atau mungkin ditambah numerial dari angka-angka (0 hingga 9), atau mungkin ada lagi symbol-simbol lain yang saya pakai. Entahlah, saya lupa.

Lamanya tidak menulis langsung terbukti, saya merasa kaku berbicara dalam tulisan, jari-jari sebegitu cepatnya keram, dan belum lagi ide yang begitu ringan terucap langsung menghilang ketika tangan mulai berkoneksi dengan otak untuk menulis, bak jarum dilempar ke danau, cepat tenggelam, susah diambil lagi (idiom yang baru dibuat).

Mumpung hujan dan bertepatan di malam minggu, plus mengingat sudah sekitar 2 minggu beranjak dari rangkaian hari pendakian ke Gunung Pangrango (tanggal 26-28 April 2013), jadi dapat diketahuilah bahwa tulisan ini, dan kondisi saya ini terjadi di hari Sabtu, malam, dan ketika itu tanggal 11 Mei 2013. Sudahlah, lupakan kondisi dan situasi saya sebagai penulis saat menulis tulisan ini.

Ditemani iringan lagu Yesterday-nya The Beatles semakin memberi semangat saya untuk menuju kasur dan tidur (Loooohh???). Tidaklah, mari kita mulai bercerita.
…..

Sekitar dua minggu sebelum tanggal pendakian ( tanggal 11 April 2013), 3 orang pemuda yang gagah berani (menghibur diri) menempuh perjalanan sekitar 2,5 hingga 3 jam menuju daerah yang bernama Cibodas, (tempat pendaftaran kelompok untuk pendakian TNGP (Taman Nasional gunung Gede Pangrango)). Berinisial nama ketiga pemuda tadi masing-masingnya, OO, DI dan IA. Kisah pun dimulai (saya hanya mencoba menginisialkan nama saja, akan diketahui siapa dibalik inisial tersebut).

Tak bermaksud melupakan cerita sebelum keberangkatan, tapi hanya sekedar mempersingkat tulisan saja. Singkatnya, si DI harus menahan hati (bersabar) untuk mengumpulkan berkas administrasi yang ternyata peminat pendakian kedua di tanah Jawa (Pendakian saya di Jawa) lumayan banyak, intinya repot. Kemudian ketika berkas terkumpul (uang pendaftaran dan fotokopi identitas), DI memilih acak untuk mengajak temannya melenggang menuju Cibodas (dipaksa dan sedikit memelas sih ujung-ujungnya) akhirnya terpilihlah OO dan IA menemani DI menuju tempat pendaftaran. OO dan DI menggunakan motor pinjaman dari YA, sedangkan IA dengan motornya sendiri. Kisah pahit bagi OO dan DI, mesti mengalami ban motor yang bocor dan kehujanan, sedangkan IA melaju dengan sendiri bersama motornya yang berwarna sama (miriplah) dengan warna bendera fakultasnya dan sampai tujuan lebih cepat.

Sejenak kesal ketika tiba di tempat pendaftaran, yang akhirnya pendaftaran dilakukan secara online juga bukan manual seperti tahun lalu, yang lebih mudah (padahal bisa di kosan, kalo online). Skip, akhirnya terdaftar 20 orang pemuda-pemudi yang mendapat izin (SIMAKSI TNGP) untuk melakukan pendakian.

Waktu 2 minggu tersebut tidak terasa ketika dilewati dengan latihan futsal dan lari sore serta sebagainya. Hal yang membuat saya menjadi selalu sadar akan 2 minggu itu menjadi lama adalah SMS dari teman-teman lainnya yang ikut serta, entah itu yang bertanya perlengkapan, pengurusan transportasi dan sebagainya hingga naik turun semangat untuk tetap ikut naik gunung.

Waktu 2 minggu menuju jadwal pendakian tidaklah cukup melatih kesabaran saya untuk sedikitnya mengobati rasa rindu rumah dengan mendaki gunung (ini serius loh J). Itu bagi saya. Disisi yang berbeda, beberapa teman yang terdaftar di 20 orang tadi satu per satu mulai menyatakan mundur.  Ditambah dengan ancaman diantara tanggal 26 dan 27 April tersebut saya dan beberapa teman memiliki jadwal kuliah wajib untuk KKP atau generasi sebelumnya menyebutnya KKN (Kuliah Kerja Nyata), saya kurang tahu apa kepanjangan dari singkatan tersebut. Sudahlah jalani saja apa yang akan diberikan Yang Maha Kuasa.

Jadwal kuliah wajib sudah mendapat kejelasan tidak ada di tanggal sakral itu. Puji syukur kami (saya) ucapkan atas kemurahan Allah yang telah menghilangkan kata “wajib” untuk tanggal tersebut, walaupun masih ada kuliah pengganti yang lain di tanggal yang sama, berbeda dengan kuliah KKP, kuliah yang satu ini mubah kok  untuk bolos (catatan: dengan alasan yang jelas). Masalah lainnya, teman-teman yang ingin ikut. Solusinya adalah, menunggu sampai H-1 jam berangkat.

Sepakat jam 9 pagi berkumpul di sebuah rumah di komplek perumahan mahasiswa (sebut saja kosan) salah seorang anggota kelompok sependakian dan satu kelas sih dengan penulis. Dari waktu yang ditentukan orang-orang ikut kumpul hanya 1-3 orang per jam, berlanjut sampai menjelang shalat Jumat.

Setelah shalat Jumat, banyak hal yang melanda. Hal yang pertama yang bernilai negatif adalah tempat penyewaan tenda sedang kosong stok sewa yang dapat disewa, tapi Alhamdulillah bisa di-resolved sejam kemudian. Hal yang kedua, saya anggap ini positif, yaitu hanya dalam waktu kurang dari 3 jam setidaknya ada 5 orang yang SMS saya untuk diikut-sertakan. Terisilah beberapa kuota pendaki yang kosong. Mulai berdatanganlah pemuda-pemudi pembawa Daypack, Carrier Bag, matras, Sleeping bag dan sebagainya. Mungkin tidak lupa terima kasih di awal untuk mbak IAO yang sudah mengepak barang teman-teman, walau ada sebagian yang di packing ulang oleh mas IA.

Dan akhirnya, jam 4 lewat 20 menit dan beberapa detik (sekitar itulah), 19 orang pemuda-pemudi memulai ikhtiar mereka dari tempat yang berjarak sekitar 3 jam sebelum Cibodas, menuju Gunung Pangrango. Walaupun, kita memulai doa dan berangkat sekitar jam setengah enam sore.

19. Puka; 18. Aldesta; 17. Jio; 16. Anis; 15. Dessy; 14. Imah; 13. Fauzi; 12. Zulfi; 11. Idan; 10. Pram; 9. Azil; 8. Faiz; 7. Lia; 6. Susan; 5. Yunus; 4. Willy; 3. Anas; 2. Danar; 1.Esti
……

Banyak cerita yang belum tertuliskan, ini hanya bagian pembuka dari kisah utama yang ada di tulisan ini. Doakan saya untuk tidak menidurkan lagi gerak-gerik jari jemari saya untuk menulis ya.


*maaf jika masih ada kecacatan di tulisan saya dan mungkin tata bahasa tulisan saya sedikit aneh dan kaku yang semakin membuat tidak enak untuk dibaca, saya hanya sedang mencoba menulis dengan tata bahasa baku saja, latihan men-skripsi :P
**Lanjutannya semoga saja bisa besok dipublish, lusa atau paling lambat malam minggu besok hehe… ada masalah tumpukan tugas dan jarang blogging serta faktor kemalasan.
***kode: inisial nama yang saya pakai adalah huruf belakang dari nama asli (biar tambah aneh)

No comments:

Post a Comment