…..
Sudah terbiasa sepertinya saya menidurkan
gerak-gerik jari-jemari untuk menguntai beberapa kata yang bisa saja berasal 26
alphabet (A sampai Z), atau mungkin ditambah numerial dari angka-angka (0
hingga 9), atau mungkin ada lagi symbol-simbol lain yang saya pakai. Entahlah,
saya lupa.
Lamanya tidak menulis langsung terbukti, saya
merasa kaku berbicara dalam tulisan, jari-jari sebegitu cepatnya keram, dan
belum lagi ide yang begitu ringan terucap langsung menghilang ketika tangan
mulai berkoneksi dengan otak untuk menulis, bak
jarum dilempar ke danau, cepat tenggelam, susah diambil lagi (idiom yang
baru dibuat).
Mumpung hujan
dan bertepatan di malam minggu, plus mengingat
sudah sekitar 2 minggu beranjak dari rangkaian hari pendakian ke Gunung
Pangrango (tanggal 26-28 April 2013), jadi dapat diketahuilah bahwa tulisan
ini, dan kondisi saya ini terjadi di hari Sabtu, malam, dan ketika itu tanggal
11 Mei 2013. Sudahlah, lupakan kondisi dan situasi saya sebagai penulis saat
menulis tulisan ini.
Ditemani iringan lagu Yesterday-nya The Beatles semakin
memberi semangat saya untuk menuju kasur dan tidur (Loooohh???). Tidaklah, mari
kita mulai bercerita.
…..
Sekitar dua minggu sebelum tanggal pendakian (
tanggal 11 April 2013), 3 orang pemuda yang gagah berani (menghibur diri)
menempuh perjalanan sekitar 2,5 hingga 3 jam menuju daerah yang bernama
Cibodas, (tempat pendaftaran kelompok untuk pendakian TNGP (Taman Nasional
gunung Gede Pangrango)). Berinisial nama ketiga pemuda tadi masing-masingnya,
OO, DI dan IA. Kisah pun dimulai (saya hanya mencoba menginisialkan nama saja, akan diketahui siapa dibalik inisial tersebut).
Tak bermaksud melupakan cerita sebelum
keberangkatan, tapi hanya sekedar mempersingkat tulisan saja. Singkatnya, si DI
harus menahan hati (bersabar) untuk mengumpulkan berkas administrasi yang
ternyata peminat pendakian kedua di tanah Jawa (Pendakian saya di Jawa) lumayan
banyak, intinya repot. Kemudian ketika berkas terkumpul (uang pendaftaran dan
fotokopi identitas), DI memilih acak untuk mengajak temannya melenggang menuju
Cibodas (dipaksa dan sedikit memelas sih ujung-ujungnya) akhirnya terpilihlah
OO dan IA menemani DI menuju tempat pendaftaran. OO dan DI menggunakan motor
pinjaman dari YA, sedangkan IA dengan motornya sendiri. Kisah pahit bagi OO dan
DI, mesti mengalami ban motor yang bocor dan kehujanan, sedangkan IA melaju
dengan sendiri bersama motornya yang berwarna sama (miriplah) dengan warna
bendera fakultasnya dan sampai tujuan lebih cepat.
Sejenak kesal ketika tiba di tempat
pendaftaran, yang akhirnya pendaftaran dilakukan secara online juga bukan
manual seperti tahun lalu, yang lebih mudah (padahal bisa di kosan, kalo online). Skip, akhirnya terdaftar 20 orang pemuda-pemudi yang mendapat izin
(SIMAKSI TNGP) untuk melakukan pendakian.
Waktu 2 minggu tersebut tidak terasa ketika
dilewati dengan latihan futsal dan lari sore serta sebagainya. Hal yang membuat
saya menjadi selalu sadar akan 2 minggu itu menjadi lama adalah SMS dari teman-teman lainnya yang ikut
serta, entah itu yang bertanya perlengkapan, pengurusan transportasi dan
sebagainya hingga naik turun semangat untuk tetap ikut naik gunung.
Waktu 2 minggu menuju jadwal pendakian
tidaklah cukup melatih kesabaran saya untuk sedikitnya mengobati rasa rindu
rumah dengan mendaki gunung (ini serius loh J). Itu bagi saya. Disisi yang berbeda, beberapa teman yang
terdaftar di 20 orang tadi satu per satu mulai menyatakan mundur. Ditambah dengan ancaman diantara tanggal 26
dan 27 April tersebut saya dan beberapa teman memiliki jadwal kuliah wajib
untuk KKP atau generasi sebelumnya menyebutnya KKN (Kuliah Kerja Nyata), saya
kurang tahu apa kepanjangan dari singkatan tersebut. Sudahlah jalani saja apa
yang akan diberikan Yang Maha Kuasa.
Jadwal kuliah wajib sudah mendapat kejelasan
tidak ada di tanggal sakral itu. Puji syukur kami (saya) ucapkan atas kemurahan
Allah yang telah menghilangkan kata “wajib” untuk tanggal tersebut, walaupun
masih ada kuliah pengganti yang lain di tanggal yang sama, berbeda dengan
kuliah KKP, kuliah yang satu ini mubah kok
untuk bolos (catatan: dengan alasan
yang jelas). Masalah lainnya, teman-teman yang ingin ikut. Solusinya adalah,
menunggu sampai H-1 jam berangkat.
Sepakat jam 9 pagi berkumpul di sebuah rumah
di komplek perumahan mahasiswa (sebut saja kosan) salah seorang anggota
kelompok sependakian dan satu kelas sih dengan
penulis. Dari waktu yang ditentukan orang-orang ikut kumpul hanya 1-3 orang per
jam, berlanjut sampai menjelang shalat Jumat.
Setelah shalat Jumat, banyak hal yang melanda.
Hal yang pertama yang bernilai negatif adalah tempat penyewaan tenda sedang
kosong stok sewa yang dapat disewa, tapi Alhamdulillah
bisa di-resolved sejam kemudian. Hal yang
kedua, saya anggap ini positif, yaitu hanya dalam waktu kurang dari 3 jam
setidaknya ada 5 orang yang SMS saya
untuk diikut-sertakan. Terisilah beberapa kuota pendaki yang kosong. Mulai berdatanganlah pemuda-pemudi pembawa Daypack, Carrier Bag, matras, Sleeping bag dan sebagainya. Mungkin tidak lupa terima kasih di awal untuk mbak IAO yang sudah mengepak barang teman-teman, walau ada sebagian yang di packing ulang oleh mas IA.
Dan akhirnya, jam 4 lewat 20 menit dan
beberapa detik (sekitar itulah), 19 orang pemuda-pemudi memulai ikhtiar mereka dari
tempat yang berjarak sekitar 3 jam sebelum Cibodas, menuju Gunung Pangrango.
Walaupun, kita memulai doa dan berangkat sekitar jam setengah enam sore.
19. Puka; 18. Aldesta; 17. Jio; 16. Anis; 15.
Dessy; 14. Imah; 13. Fauzi; 12. Zulfi; 11. Idan; 10. Pram; 9. Azil; 8. Faiz; 7.
Lia; 6. Susan; 5. Yunus; 4. Willy; 3. Anas; 2. Danar; 1.Esti
……
Banyak cerita yang belum tertuliskan, ini
hanya bagian pembuka dari kisah utama yang ada di tulisan ini. Doakan saya
untuk tidak menidurkan lagi gerak-gerik jari jemari saya untuk menulis ya.
*maaf jika masih ada kecacatan di tulisan saya dan mungkin tata bahasa
tulisan saya sedikit aneh dan kaku yang semakin membuat tidak enak untuk dibaca,
saya hanya sedang mencoba menulis dengan tata bahasa baku saja, latihan men-skripsi
:P
**Lanjutannya
semoga saja bisa besok dipublish, lusa
atau paling lambat malam minggu besok hehe… ada masalah tumpukan tugas dan
jarang blogging serta faktor kemalasan.
***kode: inisial nama yang saya pakai adalah huruf belakang dari nama asli (biar tambah aneh)
No comments:
Post a Comment